"Apa kabar Semanggi"
Disebuah perkampungan yang terletak di sisi timur kota Sala, yaitu kampung Semanggi, bahasa sandi, seperti yang telah diuraikan diatas, yaitu bahasa sandi dengan cara dibalik sangatlah populer. Sebagian besar anak mudanya mengenal dan mempergunakan bahasa itu sebagai bahasa gaul dikalangan mereka. Sehingga orang-orang mengenal bahasa sandi dengan cara dibalik tersebut sebagai bahasa Semanggi.
Di sekitar tahun tujuhpuluhan bahasa tersebut bahkan tidak hanya dipergunakan di dalam kampung Semanggi saja. Anak - anak muda Semanggi begitu bangga dengan bahasa sandi tersebut, sehingga mereka tidak segan-segan menggunakannya dimanapun mereka berada, misalnya : di tempat kerja, di pasar, di rumah makan, dll dengan sesama teman yang menguasai bahasa tersebut. Mereka menganggap bahwa itu adalah bahasa gaul anak muda pada masa itu di kampungnya.
Dengan disalinnya buku "Wicara Sandi" tersebut di atas dari huruf/ tulisan Jawa menjadi huruf/tulisan Latin, meskipun dengan bahasa yang sama, namun dapat mempermudah kita untuk membaca tulisannya.