PerjodohanSala makin basah akhir-akhir ini. Hujan mengguyur setiap sore, dan selalu lebat. Penjual makanan keliling di kampungku kerepotan melindungi dagangannya dari air hujan, dan malah lupa melindungi dirinya sendiri. Demi pelanggan yang selalu menunggu-nunggu dan demi dompetnya yang menderita kurang gizi, tak berisi. Hujan dan makanan. Seyogyanya tak dipisahkan. Suatu perjodohan yang sangat ideal.
Tapi sayang, yang ideal sering kali sulit dicapai. Rumah yang bocor karena genteng melorot, adalah pihak ketiga yang mengacaukan perjodohan itu. Gara-gara si Manis dan si Tupai melangsungkan ijab qobul di atas genteng ruang makan, kemarin malam. Mengeong-ngeong membuat janji sehidup semati, dan merencanakan bulan madu di genteng rumah-baru tetanggaku.
--------------------- tjit --------------------