Sunday, January 27, 2008

Bila onta dan kambing nonton bareng Extravaganza"



"Bila onta dan kambing nonton bareng Extravaganza"

Agak aneh memang, TV Sony 14 Inchi, sudah kuno,
tanpa remote control, tombol pencari canel yang mundur sudah tak berfungsi,
jadi kalau mau ganti canel, bisanya pencet-pencet maju terus.
Tapi yang merubung nonton……….wow.
Satu set kursi diruang tengah, tak cukup.
"Kanggo sing rumangsa wong Sala"
Pilih endi : lara beleken sewulan ,
apa pilih korengen neng geger sak jam ?
Yen wong Sala asli, mesthi bisa njawab tepat !
Sing milih beleken sewulan tegese : wong keset.
(iso nggo alesan mbolos sekolah sewulan)
Sing milih korengen sak jam tegese : wong bodho.
Yen aku pribadi, ya pilih beleken sewulan. Mung telungpuluh dina ta ?
Dari pada korengen neng geger sak jam.
Ojo ngomong mung sak jam lho.
Maksute sak jam kuwi, ……"gedhene sak jam".
Mangka jame, jam pasar Gedhe.
Ngerti to, jam sing neng tengah prapatan pasar Gedhe kae.
Kayane kuwi jam sing paling gedhe sak kutho Sala.
Bisa dibayangke, korengen neng geger, gedhene sak jam pasar Gedhe
Yo wis, mestine yo wassalam.
Andum warisan. Yen ono sing didum….


--------------tjit-------------


"Dona Dona"

Mami, begitu kami (teman-teman putrinya) menyebutnya.
Seorang single parent dari dua gadis kecil, waktu itu.
Yang besar adalah teman sekolahku di SD dulu.
Elsye Riastuti namanya. Atau kami sering memanggilnya Ecek
Teman satu geng. Begitu kira-kira bila anak sekarang menyebutnya.
Kami sering belajar kelompok di rumahnya, di Suryohamijayan – Baluwarti.
Dengan alasan kenyamanan. Tentu saja karena Maminya, yang walaupun tanpa berkata apa-apa, tapi dari wajahnya kami merasa seolah-olah beliau berkata : "Monggo-monggo nak.


"Rempeyek Kacang"


Penyakit lamaku kambuh. Edan atau gila.
Ada seribu macam gila. Ada gila harta. Orang yang menghamba pada harta.
Ada gila perempuan. Atau orang Jawa bilang edan wedokan.
Yaitu orang yang sukanya main perempuan (nyuwun sewu lho).
Ada gila judi. Orang yang kerjanya hanya berjudi.
Gila kerja.



Sebuah Pesan Khusus

Besuk pagi, adalah pagi pertama Arik menjadi guru TK.
Aku tak bisa membayangkan. Satu yang aku khawatirkan adalah bila dia habis kesabaran dan emosinya melonjak. Anak orang bakalan jadi korban.
Dan anak-anak tentulah akan meraung-raung ketakutan,
bila dia sudah mendelik dan mengeluarkan siungnya.
Apa tidak salah ketua Yayasan menerima dia jadi guru TK ?

Tapi aku seneng juga.
Jauh hari, jangankan mengajar, melihat wajah murid-muridnya saja belum,
aku sudah titip satu gagasan positif yang dapat diterapkan
pada
murid-muridnya kelak.Yaitu kantong plastik indah untuk tempat sampah.

Sebuah kantong plastik kecil yang yang cukup kuat,
dengan gambar yang menarik, agar anak-anak menyukainya.
Dianjurkan untuk selalu dibawa didalam tas sekolah, sebagai tempat sampah.
Sehingga bila anak-anak, akan membuang sampah (bungkus premen, bungkus roti,
bungkus es, dll) tapi tak menemukan tempat sampah, maka bungkus-bungkus itu
bisa dimasukkan kedalam kantong plastik tersebut.

Thursday, January 10, 2008

"Senja Hari"

Di ruang tengah.


Sore hari sepulang kantor, dengan keponakanku Arik, duduk-duduk, ngobrol "ngalor, ngidul, ngetan bali ngulon" (kok kayak tembang ya…..). Itu artinya ngomong-ngomong yang tak mutu, "ora genah jluntrunge", tak jelas ujung pangkalnya. Tapi cukup lumayan buat relaksasi isi kepala. Apalagi dia juga lelah sepanjang siang kuliah.

Kyai Slamet

(Sebagai simbol dari doa/permohonan akan keselamatan)


Di Sala, bila kita jalan-jalan di alun-alun kidul, sering kali kita temui sekelompok kerbau yang sedang merumput, atau kadang-kadang sudah masuk di dalam pagar Sitinggil, dimana sekelompok kerbau itu sekarang dikandangkan. Orang Sala sudah faham betul dengan kerbau bule (albino) yang gemuk-gemuk itu, yang biasa disebut sebagai Kebo Kyai Slamet.