Seorang gadis cantik muda belia, berkulit putih bersih, bermata indah bola ping pong, dan tinggi semampai bak kuda teji. Secantik bidadari turun ke bumi bersama pelangi. Tak dapat dipungkiri keberedaannya selalu mengundang perhatian, bahkan menjadi pusat pandang setiap orang. Sulit dikatakan mana yang lebih indah dari matanya, hidungnya, bibirnya, lesung pipitnya atau alis matanya. Tuhan maha pengasih dan amat sayang pada umatnya yang satu ini. Ia mendapatkan sosok tubuh dengan kecantikan wajah yang amat didambakan oleh hampir semua wanita. Painem. Ya Painem namanya. Wanita muda berasal dari desa di sebelah selatan kota Sala. Gadis desa.
Monday, November 17, 2008
L O A K A N
Bukan bedah buku. Namun bedah loakan. Itu acaraku beberapa waktu lalu. Dan bukan untuk mengisi waktu luang, melainkan benar-benar meluangkan waktu. Loakan merupakan arena peburuan yang sangat menyenangkan, buat mencari buku-buku lama yang sudah tak diterbitkan lagi. Bisa berjam-jam tak terasa, meski membaca sambil berdiri. Membaca tak ada tamatnya. Dari satu buku, ke buku yang lain. Dari satu pedagang, ke pedagang yang lain. Adakalanya, pedagang yang sejak pagi belum melepas satu bukupun, jengkel melihat kita hanya membaca dan mengacak-acak tumpukan buku-bukunya, yang sebelumnya memang telah acak-acakan.
Subscribe to:
Posts (Atom)