Saturday, February 23, 2008

"Pempek Palembang ala Putri Sala".

Itulah suatu bentuk pelampiasan dari rasa frustasi, gara-gara STMJ alias "semester tujuh masih jomblo". Salah seorang keponakanku……. yang namanya tak usah disebut aja ya ………soalnya dia bisa ngamuk kalau namanya saya sebut disini ……. bahaya sekali !. Karena frustasi bisa menimbulkan agresi. Bukankah begitu ?!
Nah, sepulang dari kampus, ia bersama kelima temannya, matian-matian berusaha mengubah citra, menjadi wanita idaman pria. Mereka menyerbu dapur. Dan entah resep dari mana, mereka berenam memasak pempek, salah satu makanan yang menjadi favorit dari enam dara pencari cinta tersebut. Hebat sekali, anak-anak Ekonomi ini, dari konsumen sekarang menjadi produsen.


Dapur yang menjadi wilayah kekuasaanku, telah di kudeta oleh mereka. Kudeta yang menyenangkan. Karena sepulang kantor aku bisa duduk-duduk santai, sambil membayangkan betapa bahagianya ibu yang mempunyai gadis-gadis yang beranjak dewasa. Bakalan ada yang bisa membantu atau mengambil alih tugasnya. Dan pempek yang segar akan menyambutnya sepulang kantor.
Kalau aku ceritakan khayalanku ini kepada ibu-ibu dikampungku, betapa senangnya mempunyai anak gadis, pasti ibu-ibu yang hanya punya anak cowok, bakalan berlomba-lomba ……….hamil lagi. Mencari anak perempuan.


Pempek Palembang yang masih panas dan sedap baunya. Menggugah selera. Seisi rumah, semua mendapat bagian. Mendapat pelayanan. Tinggal duduk manis, dan makan bersama . Rame-rame. Sepertinya, mereka bakalan menjadi menantu-menantu yang sayang mertua.


Suapan pertama, adalah kejutan. Betapa tidak ? Yang namanya kapal selam, tak mampu ku kunyah. Karena kerasnya, ya sekeras kapal selam. Dan kejutan kedua,
mengkabarkan akan rasanya. Rasanya persis - sis - sis ……………jadah goreng. Jadah yang digoreng terlalu lama. Nah itulah yang kumaksud pempek Palembang ala putri Sala. Tapi celakanya, mereka berenam tetap saja komentar enak, enak, …. siiip!
Itulah untungnya mahasiswa. Di lidah mereka hanya ada dua perasa : enak dan ……. ……ueeenak banget.



---------------- tjit----------------

1 comment:

Nic-Nic said...

hia....

jadi ingat aku gawe pempek, diajari lewat smsan, lumayan sih, pempek kapal selam sing sukses 1 liyane jebrot..he..he...
Nggak terlalu keras sih...cuma nggak seempuk pempek restoran, tengiri 1/2 kilo amblas. Yah..pengalaman, lain kali gawe sithik sik, ben ra rugi....

Tapi rasa cukonya...wuah...uenak..tenan...