Gendut DoniHasil dari sebuah “penculikan dengan kelembutan dan kasih sayang” yang berhasil aku lakukan dengan gemilang. Kucing kecil milik nDara Dja ini (tetangga gang sebelah) suka main kerumah. Nampak takut-takut, suka mengendap-endap dan kadang melongokkan kepalanya tinggi-tinggi seakan menyelidik dengan pandangan mata ingin tahu, lucu sekali. Kucing kecil yang gendut itu akhirnya terperankap dalam jaringan komunitas pecinta kucing, dirumahku. Tanpa persetujuan dari yang berhak, kemudian dibalik nama menjadi atas nama Yu Tjitra binti Arimbo, dan diberi nama kesayangan Gendut Doni (kayak pemain Persija ya ……………I love you mas Gendut Doni).
Berhubung sego kucing (sego sak kepel, sambel sak dulit, bandeng sak cuwil) sekarang diklaim manusia menjadi makanannya, maka kini Gendut Doni gantian mengklaim makanan manusia menjadi santapan favoritnya, yaitu : “sego bandut goweng”. Artinya : sego + bandeng yang gendut + digoreng. Segone (nasinya) sepiring, bandengnya sepotong, lalu dicampur. Kalau bandengnya hanya secuil, ya cuma diambus-ambus saja.
Gendut Doni, kucing gendut yang cakep sekali ini, adalah kucing tanpa suara, jadi tak bisa mengeong layaknya kucing-kucing lainnya. Kalau saatnya makan, dan dia sudah merasa lapar, maka si Gendut Doni bakalan meloncat keatas pedaringan (kotak beras) dimana piring dan mangkuknya biasa diletakkan. Duduk tenang di situ, menunggu makanan, sego bandut goweng. Kucing yang sangat tenang. Tak ada keributan tanda kelaparan. Dia hanya memandang saja pada piring dan mangkuknya, ketika kita meracikkan makan dan minumnya.. Matanya adalah bahasanya.
Ini hanya potongan pendek dari kenangan manis atas kucing tercinta. Gendut Doni kini telah tidur abadi dengan tenang, setenang hidupnya. Beberapa waktu yang lalu, ketika dia berkelana dari satu genteng ke genteng rumah yang lainnya, sepertinya dia terpeleset, dan maut menghadangnya. Maut itu adalah sumur tetangga sebelah. Kali ini, matanya tak mampu mengkabarkan penderitaannya. Dia butuh suaranya. Tapi tak punya.
Arik berhasil mengambilnya dari sumur, dengan caranya, dan dengan derai air matanya. Tapi si Gendut Doni telah pergi.. Dibawah jendela, diantara tanamaan puring yang cukup untuk meneduhinya, dia dikuburkan. Kini kita hanya bisa saling bercerita, tentang Gendut Doni. Dan menyanyikan “APortrait of Jennie”, dengan sumbang :
A portrait of Jennie, more pleasure to me......
menjadi : A portrait of Gendut, more pleasure to me, nDut.
…………………………………………………….
----------------tjit-------------
No comments:
Post a Comment