Saturday, February 23, 2008

"Andrea Hirata beserta tiga anaknya"

(Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor)

Berjuta-juta komentar manis telah dituliskan oleh para pembaca tetralogi Laskar Pelangi , buat sang penulisnya. Puja-puji tak henti-hentinya. Kata-kata cinta, salam, do’a dan pengharapan, campur aduk jadi satu. Orang biasa, bisa mabuk. Tapi yang ini, putranya pak Seman dan bu Masturah, muridnya pak Harfan dan bu Muslimah, sahabatnya Lintang, sepertinya lain. Dia nampaknya tak berani mabuk. Soalnya budi pekerti kemuhamadiyahan tak mengajarkan hal yang demikian. Kecuali mabuk kepayang karena A Ling putrinya babah A Miau si pemilik toko kelontong bobrok itu


Tapi Andrea Hirata punya dosa pada beribu-ribu wanita di tanah air ini. Indonesia mempunyai wanita-wanita yang cantik dan sehat. Namun sekonyong-konyong mereka berubah jadi seperti terserang flu berat, karena hidungnya terus-terusan beringus. Matanya panas karena air mata yang berderai-derai. Bedaknya luntur. Cantiknya kabur. Gara-gara baca bukunya. Bayak wanita jatuh cinta pada Ikal, pada Arai, pada Lintang. Bahkan aku baca ada yang berkomentar, bersedia menjadi kekasih Arai, kalau Zakiah Normala tetap saja mengacuhkannya. Gila. Sedangkan Ikal bak angin puting beliung di musim ini. Memporak-porandakan hati gadis-gadis. Bahkan ada yang menawarkan diri menjadi isterinya. Yang kedua sekalipun. Aneh.

Membaca bukunya yang penuh gizi, mampu membuat banyak orang menjadi hidup kembali, dari kematian akan harapan, dari kematian akan semangat, dari keterpurukan. Kisah perjuangannya yang penuh semangat untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, telah membangunkan kita dari tidur pajang yang nyenyak. Ceritera-ceriteranya yang menyiratkan pesan-pesan positif, tersampaikan tepat dihati para pembaca. Kadang diterima dengan cucuran air mata, kadang dengan senyum simpul saja, atau kadang tawa lebar, karena senyum simpul sudah tak tertahankan.

Pria kelahiran 24 Oktober ini sangat rapi menyimpan tahun kelahirannya (agar tak ketahuan expired-nya ……he...he….) namanya bakalan menjadi jaminan bagi buku-buku bermutu yang memikat. Aku kira begitu. Dan aku menunggu anak keempatnya. Maryamah Karpov. Semoga tak kalah manis dari ketiga kakaknya. Tentunya, Indonesia bangga punya Andrea Hirata.






-----------------tjit----------------

5 comments:

Amalia Hazen said...

Hidup Hirata!!
mbakyu jg bisa lo melahirkan karya2..
Dunia siapa tahu..
Ok aku tggu karya anda di blog ini..

Pitaloka said...

kayanya baru tadi pagi baca di kompas profilnya eh baca lagi disini, jadi penasaran sama bukunya....mudah-mudahan berkesepatan bisa beli

Nic-Nic said...

Yu...

Hmm..jadi penasaran nih....
nanti kalau ada waktu aku main ke toko buku, cari novel nya ada gak. Soalnyaaku kalau ke toko buku jarang pergi ke bagian novel..he..he..

mainnya ke bagian masakan..:)

Kristina Dian Safitry said...

aku aja bangga..apalagi indonesia, he...he...

Nunik Achmad said...

aih gaya bahasanya.....andrea hirata banget...
sama saya juga 'mabok' berat dengan laskar pelangi dan anak-anaknya...
tapi sayang bukunya dah habis saya baca, gak sabar nunggu maryamah karpov (saking gak bisa menahan 'rindu' tulisan 'ikal' di multiply-nya saya baca juga...)
Btw salam kenal ya...