PerjodohanSala makin basah akhir-akhir ini. Hujan mengguyur setiap sore, dan selalu lebat. Penjual makanan keliling di kampungku kerepotan melindungi dagangannya dari air hujan, dan malah lupa melindungi dirinya sendiri. Demi pelanggan yang selalu menunggu-nunggu dan demi dompetnya yang menderita kurang gizi, tak berisi. Hujan dan makanan. Seyogyanya tak dipisahkan. Suatu perjodohan yang sangat ideal.
Tapi sayang, yang ideal sering kali sulit dicapai. Rumah yang bocor karena genteng melorot, adalah pihak ketiga yang mengacaukan perjodohan itu. Gara-gara si Manis dan si Tupai melangsungkan ijab qobul di atas genteng ruang makan, kemarin malam. Mengeong-ngeong membuat janji sehidup semati, dan merencanakan bulan madu di genteng rumah-baru tetanggaku.
--------------------- tjit --------------------
8 comments:
Salam buat manten barunya...
bulan madunya jgn di ganggu ya Yu...
Biarpun hujan... tapi hati kita masih hangat ya... oleh keikhlasan dlm menghadapi hidup...
bulek ita tertjinta!!!
hebat! bisa ngerti bahasa mahkluk planet lain. belajar dari mana yach?he..he...
buat bu Amelia : kok salam thok to bu, .... lha kadonya mana ? Salam hangat buat ibunda. Nuwun.
Buat Didik : lho nDul, kaget aku. Katanya mau bawakan bulik Ita, Nat
King Cole sak anak-e. Kalau ada sak putune sisan yo....
Penuh cinta....
Buat Dian Safitry : lupa ya....kita kan masih keturunan nabi Souleman. Dan juga, kebersamaan membuat kita hafal perilakunya. Termasuk kalau mau nyuri bandeng...hehe...
huakkkakkkkk *tertawa terguling-guling aku*. replaynya luchu. menandakan yu-tjitra biasa nyuri bandeng.huakkk....*sambil hapus air mata ketawa aku pulang kandang*
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the SBTVD, I hope you enjoy. The address is http://sbtvd.blogspot.com. A hug.
Post a Comment